''For no other reason when I fight like this, if not for the people I love''


Showing posts with label Isi Hati. Show all posts
Showing posts with label Isi Hati. Show all posts

Thursday, 6 April 2017


Terkadang sebuah perasaan cinta ialah sesuatu hal yang tabu untuk sebagian orang. Banyak dari mereka merasa ini adalah sesuatu hal yang sangat personal dan ingin selalu di tutup-tutupi. Namun suatu saat pasti akan ada masanya dimana perasaan itu akan mendorongmu untuk mengeksploitasi dan memvisualisasikannya kepada seseorang yang dicintainya.

Mungkin berawal dari sebuah kekaguman maupun hanya sekedar selayang pandang.

Mungkin hanya ini pikirku, perasaan ini yang tadinya tidak pernah ada di relung hati, seperti cahaya lilin yang tiba-tiba menerangi kegelapan. Ya ,mungkin seperti itulah sebuah perasaan muncul. Perasaan itu muncul ketika kita merasakan sebuah keelokan maupun sebuah hal yang menurut diri ini asing namun seketika itu mampu menghanyutkan jiwa dalam rasa syahdu.
Aku bisa saja menyukai banyak hal, namun beda hal nya dengan yang banyak itu, hal ini begitu spesial. Namun ada juga kalanya, perasaan itu muncul hanya dari seberkas cahaya, yang tiba-tiba jatuh ke bumi, sesuatu hal yang sekejap namun memberikan sebuah daya magis dan mampu menghipnotis mata hingga terngiang selalu setelahnya.
Sama halnya dengan sebuah senyuman yang aku tangkap dengan kedua mata ini, bak seperti panah cahaya yang masuk ke kerongkongan dan menembus dada, meskipun hanya sekejap dan kita tidak berdaya apa-apa dan begitulah adanya.

Ada maupun tiada keberadaanya selalu sama.

Keberadaannya bukan sebuah hal yang bisa membuatnya berhenti memakai rasa, begitu pula bersamanya tak pula bisa mematikan rasa. Seperti hujan ketika ia datang dan membawa sejuta nikmatnya, aku hanya bisa terpana, karena hanya itu waktu yang berharga bersamanya. Tak pula kemarau kerontang, kelembaban hujan selalu rindu untuk menanti ulang.
Hal ini buka lisan yang berkata, hati selalu terlihat sama, meski tiada aksara disana aku masih bisa mengeja. Masih terngiang di ingatanku ketika kita berdua bersama, berselang senyum dan canda meskipun terkadang pembicaraan hanya omong kosong jenaka, aku tetap terpana dengan segala pembicaraannya. Tidak ubahnya ketika ia meninggalkan sejuta kenangan nya di sini tidak hanya di kota ini, namun juga jauh di dalam relung hati, namun akhirnya itu kembali lagi.
Ya Tuhan aku masih bersyukur memiliki segala ini, mungkin dirimu menciptakanya hanya sebagai penyemangat dan inspirasi hidup, ataupun arti lainnya yang aku tak mampu menafsirkannya. Siapapun dia kini keberadaanya selalu sama, seolah telah melebur menjadi satu dan sudah tak ada makna lagi untuk sebuah arti yang bisa aku mengerti.

Mengenalnya begitu mudah, tak berarti bersamanya begitu ringan.

Begitu mudah hati ini untuk bisa menerimanya, begitu pula murah senyumanku bila kita saling mengenal. Meski kadang kita belum bisa meraba apa dan siapa kamu maupun aku, itu tidak lagi sebuah halangan untuk melepas segala canda dan tawa.
Entah berawal dari mana dan sejauh mana perasaan itu datang, seolah kita tak menyadari kedatangannya seperti hembusan angin semilir, kita hanya bisa merasakan dan menikmati sapuannya. Bukan semacam spesial maupun istimewa lebih terkesan apa adanya, hanya saling memberi dan menerima, tanpa perlu sebuah alasan.
Begitu mudah merasa dekat dengannya, karena aku merasa rindunya hati membuatnya dekat, namun terkadang terasa jauh, karena sebenarnya kita memang jauh. Kau tau bagaimana sebuah rasa akan timbul bila aku bersama denganmu ? Aku merasa seperti biji-bijian yang jauh di dalam tanah yang akan bersemi dan memiliki sebuah kehidupan ketika rintik hujan menembus humus dan melumuri seluruh tubuhnya dengan basahnya kehidupan. Namun tak pernah terbayang ketika bersama denganmu akan seringan ketika mengenalmu.
Aku menyadari sesuatu hal yang besar, hal yang menjadi sebuah dinding pemisah diantara kita. Sekeras apapun aku mencabik, maupun menghantam dinding itu, untuk selamanya tidak akan pernah runtuh bahkan tak akan ada siapapun yang perduli masalah itu, dan aku sadar kekuatanku tak akan berbanding bila dihadapkan dengan hal semacam itu.
Hanya kekuatan harapan dan doa yang bisa aku percaya, semoga Tuhan menganugerahkan sesuatu, maupun memberiku kekuatan untuk bisa menembus dinding kokoh di depan ku ini, meskipun aku juga tak pernah tahu sebenarnya apa yang sudah terjadi selama ini di sisi lain dinding pemisah itu. Bahkan aku tak tahu kamu masih ada di seberang sana, atau sudah tiada.

Dia adalah bagian dari kehidupanku.

Entah mengapa perasaan ini selalu merujuk bahwa ia adalah salah satu bagian dari kehidupanku. Aku merasa siapapun itu apabila dia telah datang ke dalam sanubari dan berada di sana untuk sebuah hitungan waktu, ialah sudah menjadi salah satu dari bagian kehidupanku.
Mungkin suatu saat yang ada di dalam itu akan membuat mu merasa bahagia, atau mungkin suatu saat sedih maupun kecewa karenanya, aku selalu berfikir bahwa semua itu tidak lebih dari sebuah fenomena alam pada umumnya. Kita hanya tinggal mengikuti kemana arah nahkoda berlayar, abaikan saja apa itu prasangka, nikmati saja perjalanan  ini, yang mungkin tidak akan selalu mulus, namun suatu saat kelak akan kutemukan sebuah daratan dimana aku akan berlabuh.

Rela memberi, rela menerima, dan rela bila ia harus pergi.

Ketika semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk mengarungi lautan kehidupan ini, tak pelak pasti akan selalu menemukan banyak hal, baik berupa kesenangan muapun kesedihan, dari sanalah kamu mengetahui dan menjawab segala bisikan hati dan gejolak jiwa, terkadang Tuhan pun Ikut bersama dan merangkul kita untuk menunjukkan sebuah arti tak terbatas dari sebuah kehidupan yang diberikan Nya kepada kita.
Apapun itu di dunia ini bukanlah sesuatu yang akan abadi kita hanya bisa berusaha untuk mewujudkan Harapan…, harapan kita, maupun harapan orang lain yang memiliki berkeyakinan sama dengan kita. Perasaan itu akan terjaga ketika tidak akan ada paksaan, dan dibiarkan melayang menunjukkan kemana sebuah tujuan akan berawal.
Perasaan ini berarti rela memberi untuk nya, memberikan hal-hal yang membuatnya bahagia, memberikan semangat, memberikan kekuatan, memberikan harapan, dan lain-lainya bukan karena keinginan yang lain namun karena hanya sebuah alasan dari keinginan hati untuk sebuah kerelaan.
Begitupula terimalah apa yang menjadi karunianya, terimalah seperti ketika kamu mengaguminya, terimalah dengan semua perasaan terbuka, dan sebuah kebanggan karena tak lain apa yang kamu terima itu adalah sebuah sebab akibat dari kemuliaan perasanmu untuk rela memberi. Dan semua itu cepat atau lambat, mau atau tidak mau, suka maupun tidak suka akan datang waktunya sebuah perpisahan.
Perpisahan tidak melulu sebuah kesedihan, tidak pula melulu sebuah pemutus harapan, perpisahan hanya salah satu sebuah fase akhir dari sebuah siklus kehidupan. Relakanlah bila memang ia harus pergi, walaupun ia pergi semua kenangan dan perasaanya masih akan kita bawa itulah harta warisan yang kita miliki peninggalannya.
Lepaskan segala khidmad dengan saling merelakan, tida hal selain kebaikan. Bersyukurlah dengan apa yang sudah pernah kamu miliki, dan bersyukurlah dengan apa yang pernah menjadi bagian hidupmu, karena semua tidak ada yang kebetulan, dan semua tidak akan ada yang sia-sia.

Credit : Hipwee (Author afri) penyesuaian , Ilustrated by Puung.
Continue reading

Sunday, 26 March 2017

Bulan desember tahun 2015, takterasa waktu itu sudah 8 tahun aku bekerja di sebuah perusahaan yang sekarang dimana aku masih bekerja., aku kedatangan seorang karyawan baru, yang kemudian dilimpahkan tanggung jawab kepadaku untuk menselaraskan dan menjadi sebuah team, yah.. tepatnya team Gambar. Yang aku lihat pertama kali saat dia datang ialah seorang wanita yang anggun, sopan, orang yang memiliki keimanan yang kuat serta sangat sosial. Pada bulan-bulan pertama hubungan ku dan dia memang belum begitu akrab, karena waktu itu mungkin hati saya masih belum bisa move on dari cinta di tahun 2012 lalu... cinta pertama saya tepatnya. Namun seiring bergulirnyawaktu hubunganku dan dia pun semakin erat, apalagi kami memang satu tim. sering kami lalui suka duka bersama, lembur bersama, diskusi bersama, marah-marahan bersama kalau lagi pas ada momen yang nyebelin, cemburu.. dan segala macam.


Diapun selalu respek denganku, walaupun hubunganku dan dia kadang seperti anak kecil berebut mainan. Ketika aku klihatan sedang lelah ataupun aku berasa tak berdaya karena kondisi tubuhku yang lemah, dia ngak segan-segan dengan sedikit memaksa dia nyuruh aku untuk makan bekal dia... dan menyuruhku makan vitamin supaya aku tidak jatuh sakit. Bagiku sosoknya seperti dewi penolong untukku, itulah awal aku mulai mencintainya, dan aku meyakini aku akan berusaha mendapatkan cintanya.. meskipun aku juga tahu dia belum memiliki pasangan, namun hatinya ada di tempat siapa.... Sejujurnya aku sangat cemburu ketika dia terlihat dekat dengan karyawan yang lain, meskipun saya tahu dia sudah beristri.. namun tetap saja rasa cemburu ini ada. Pada dasarnya wanita yang aku jatuh hati kepadanya ini adalah orang yang sangat sosial, dan rendah hati jadi terkadang terlihat dekat dengan semua orang. Sampai pada akhirnya aku Mencoba untuk jujur kepada diriku sendiri untuk memberanikan diri mengungkapkan semua isi hatiku kepadanya. Waktu itu dia sedang tidak masuk kerja, dan rasa ini pun sudah tidak bisa terbendung lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya via WA. dan aku sampaikan semuanya. Hatiku berdegup kencang selama masa penantian balasan pesan tersebut.Dan seperti  dugaanku, jawaban darinya tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Pada intinya dia hanya mengatakan "Maaf mas afri, jangan berpikiran terlalu berlebihan ke tika, tika merasa tidak nyaman dengan perhatian yang di berikan mas afri selama ini, jadi tolong untuk selanjutnya tidak usah berlebihan." Setelah kejadian itu. akupun menjadi sedikit terhenyak.. dan membeku dalam kehampaan... ternyata seseorang yang sudah perhatian denganku untuk beberapa waktu, dan begitu pula aku membalasnya ternyata... dia tidak mencintai saya. "APAKAH IYA ?" kata-kata itu yang terngiang-ngiang di fikiranku. yang terucap olehku waktu itu untuk menanggapi balasan WA nya hanya "Ya mbak tika, saya menghormati apapun keputusanmu, kalau memang perasaan cinta yang aku miliki kepadamu ini membuatmu tidak nyaman, aku akan berusaha melupakannya, namun mungkin aku perlu waktu". Kemudian di hari dia masuk kerja lagi pasca dia sakit.. hubungan kami pun membeku, seperti ada dinding es yang memisahkan kami, meskipun tempat dudukku dan dia hanya berjarak satu meter dengannya. Aku tak berani mengatakan satu hal apapun kepadanya.. aku takut membuatnya semakin membenciku... tentunya itu akan lebih menggores perasanku semakin dalam. Namun pada akhirnya setelah sholat zuhur, dia mencairkan semua kekacauan ini, dengan mengajakku bicara duluan. "Mas afri request lagu apa tapi setelah lagu yang kuputar ini?" sambil ia membuka youtube dan memplaynya cukup keras. Aku pun tidak langsung menjawab karena hatikupun juga gundah gulana waktu itu... dan akhirnya aku cuma tersenyum dan berkata :Apa yang mbak tika suka aja, aku ikut dengerin. Kamu kan DJ nya" kataku sambil rebahan di kursi kerja. Sejujurnya sulit untuk melupakan perasaan cinta kepada orang sepertinya.. sulit sekali dan aku merasa sampai saat ini pun belum bisa... dan hari-hari ku pun selanjutnya aku tetap berusaha untuk mendapatkan perhatian, dan berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Sampai pada akhirnya aku mulai melihat dimana akhir dari cerita ini, Tepatnya ketika aku di Subang untuk sebuah tugas kantor. Pagi-pagi aku terima SMS darinya, berkaitan dengan tugas yang dikerjakannya yang diperintahkan bos kepadanya tetapi melaluiku, dia mengatakan mas afri, aku pingin ngundurin diri dari perusahaan ini karena memang sudah tidak tahan akan preasure yang diberikan bos, aku pun mencoba untuk menenangkannya namun dia tidak membalas lagi. Setelah akupulang dari tugas di subang, aku merasa ada yang sedikit berbeda dari hubungan kami, entah kenapa seperti semakin erat, bahkan akupun serasa tidak percaya dengan ini semua. Mulai dari makan satu mangkuk berdua, sampai dia menukarkan bekalnya dengan nasi goreng masakanku yang di bilang enak, dll... perasaanku bukanya senang tapi semakin galau dan was-was... ada apa sebenarnya dengan anomali ini... Sampai padaakhirnya terakir kisah ini akan tertulis aku memperlakukannya sedikit ketus, karena dia memang akhir akhir itu suka ngledekin aku juga dan membuat cerita-cerita konyol. Pada siang yang memiliki mendung gelap itu mbak tika di suruh bos untuk ngawasin pemasangan teralis ke sebuah proyek, dan akhirnya terhalang ujan gede. kemudian aku sedikit ketus menyuruhnya.. ya karena sebenarnya aku takut dia dimarahi bos lagi, karena belakangan intensitas ia dimarahi makin banyak, dan aku ngak mau itu terjadi terus, apalagi waktu itu dia udah nyampaikan kalau ia sudah di titik kulminasi menghadapi ini semua. Sore itu akirnya dari proyek sms aku, "Mas Afri bisa ke sini ndak?, Nemenin tika masangin gorden yang di lepas lagi, udah agak gelap tika takut tukang udah pada pulang". Kemudian aku pun segera meluncur ke sana, dan sesampainya di sana mbak tika seperti sedang melamun di teras sambil nungguin aku datang. Seperti biasanya diapun dengan gaya cherisnya nyambut kedatanganku dengan yel-yel khas dia.. sambil dia berkata "Takut mas ngak berani di dalem tadi kayak ada bayangan apa gitu makanya aku tunggu di luar" aku pun bergegas membantunya, sambil guyonan, karena memang rumah proyek tersebut agak jauh dari jalan besar dan cukup seram juga kalau sendirian di sore yang gerimis dan gelap. Jam 5 sore pun akhirnya kita bergegas pulang. Di jalan komplek yang sepi ber ilalang itu dia ngajak ngobrol,"Mas aku mau balikin kunci dulu ke bapaknya yang dipasrahin kunci, mas afri mau lewat mana ?" kemudian aku menjawab "Aku lewat jalan magelang aja deh mbak biar cepet". "Brarti aku ke kiri mas afri kekanan ya.. eh tukeran posisi motor nya brarti sambil ketawa, mas afri pindah ke kanan." tutur mbak tika #Seperti adegan FAST N FURIOUS 7 KETIKA ADEGAN TERAKHIR VIN DIESEL DAN PAUL WALKER PISAHAN DI JALAN BERCABANG". Hari berikutnya adalah Hari Jum'at di bulan September 2016 Tak terduga olehku sore itu dia berpamitan ke semuanya untuk mengundurkan diri. Sebenarnya setelah dia pergi keluar kantor, air mataku tak terbendung lagi, malah tiba-tiba bos telpon mau bertemu di rumahnya, di rumahnya dia untuk njelasin tentang mbak tika resign. Dalam hatiku aku cuma bisa berkata, kalau seandanya kamu ngak memperlakukan dia kayak gitu gak sering marahin dia, dan salarynya sesuai kesepakatan rasanya mbak tika ngak akan keluar, aku tahu entah sengaja atau tidak kamu mempreasure dia sekehendak hatimu, dikiranya saya tidak ikut sakit hati, orang yang saya cintai diperlakukan kayak gitu. tapi semua amarah itu aku pendam aku pun bergegas pulang. Sampai dirumahku aku tak kuasa lagi untuk menahan air mata. aku hanya bisa menangis semalaman. sampai tengah hari berikutnya aku serasa SYOK berat dengan kejadian itu, aku seperti sudah tidak memiliki semangat apapun untuk kerja lagi, karena aku benar benar kehilangan, partner terbaik sepanjang hidupku, sekaligus orang yang aku cintai... namun entah bagaimana Alloh masih memberiku kekuatan untuk terus berjuang, mungkin di masa depan aku akan bertemu dengan "mbak tika" yang menjadi jodohku ataupun mungkin orang lain yang mirip dengannya seperti yang aku harapkan, aku hanya bisa pasrah dan percaya akan yang Alloh tetapkan kepadaku, karena manusia hanya bisa berusaha. Alloh lah yang berhak memutuskan segalanya. Aku berharap suatu masa Mbak Tika juga membaca tulisanku ini... dan dia juga akan lebih tahu bagaiman perasaanku terhadapnya waktu itu.. Mencintai seseorang adalah anugrah yang sangat besar, walaupun kadang kita merasa sakit karenanya, karena itu memang efek dari betapa megahnya perasaan itu, dengan konsekwensi sakit yang setimpal apabila kehilangannya. Terimakasih mbak tika sudah menjadi salah satu kisah di kehidupan afri, semoga mbak tika selalu dalam lindungan Alloh, serta kamu bertambah sukses dimanapun kamu berada. amiin.
Continue reading

Thursday, 11 December 2014

Tidak, mungkin tidak bagiku, sekali lagi masuk dalam kerumitan berujung tiada asa. terlalu asyik menyeduh kopi sembari mengunyah kue kering pagi ini.  banyak hal yang aku ketahui sebenarnya menjadi asing bagiku, kau lihat betapa lebatnya hujan dari tadi malam, belum juga penantian dan penat ini terbayar oleh secercah cahaya di balik awan. foto demi foto  kusentuh dengan keponya, yaaa kuakui kini bayang-bayang kegelapan silam sudah hampir seutuhnya pudar ..., mencoba meraih asa dimendung awan kelabu, senyuman ku yang jelek ini selalu menemaniku ketika mengenang hal-hal yang dulunya sangat menyakitkan untuk dilupakan. Setidaknya lebatnya hujan ini bisa membawa kesejukan. Bagaimana aku menggambarkannya aku sendiri tak memahami kerumitan jaringan yang sudah berbaur rindu dan dilema. sudahlah tukasku, jurang itu tak akan mampu ku lewati... apalagi hujan tak kan membiarkanku selamat tuk kulalui demi harapanku.Biarpun begitu aku cukup bahagia-dan jujur aku bahagia berjumpa dengan Hujan seperti ini, meskipun lebat dan curah menghantamku bertubi-tubi...demam rasanya, tapi entah kenapa aku selalu mencoba kembali dan kembali untuk merasakannya... Tak apa, biar payung ini yang selalu memberikan jarak diantara kerapuhan dan kedatanganmu.... :)


Continue reading

Sunday, 23 November 2014



Anugerah... namun tak pelak rasa kecewa karenamu ada. Ya .. Kamu sang hujan.... begitu orang orang menyebutmu... Langit mendung di atas sana.. aku ber harap harap cemas dalam benakku .. Tolonglah kami Tuhan, Badan ini kering kerontang, banyak tanaman yan tlah mati karena dalam jasad ku ini tlah lama tak di hampiri sang hujan... Jujur saja ketika kemarau panjang melanda.. aku sangat merindukannya, setahun lamanya ia tak datang menghampiriku.. tubuh ku seperti debu nan
rapuh tersapu angin. Terkadang aku merasa kecewa, sedih, dan putus asa menunggu kedatanganmu... mungkin memang bukan salah mu.. tapi perasaan cemburu itu selalu membuatku mengarahkan kekecewaanku padamu. Sebenarnya aku rindu dengan tetesan tetesan lembut mu yang berjatuhan di tubuhku... Ketika hujan datang semesta memuji, kehidupan bermula.. ah tapi apa boleh buat, ini semua di luar kemampuan ku. Tak lama kemudian ada Si Miaw sebut saja begitu seekor kucing betina yang memiliki 3 anak, yang selalu mengais makanan di dekat danau yang kering itu... sekarang badannya bak kucing goreng crispy yang sangat garing,, dia berjalan sambil sempoyongan dan akirnya ambruk karena kelaparan di punggung ku. lalu ia berkata kepadaku ... Wahai bumi, apakah sang hujan sudah tak mencintai kita lagi ? tak sekalipun dalam sehari saja dia kemari membawa segala anugrah tuhan... aku sekarat, anak anak ku mati... dan kamu lihat badan ku...hanya tinggal kulit dan tulang yang melekat, tak ada lagi ikan atau sampah sampah sarden bekas pemancingan yang bisa aku makan untuk bertahan hidup...  Bumi pun menjawab " aku tak tahu, banyak hal dan takdir yang kita tak akan pernah tahu". Menit demi menit, tak terasa surya pun merangkak pulang silih berganti bulan. Purnama menyeruak gagahnya dengan sinarnya bak lampu lampu perkotaan. Tak beranjak lama, awan hitam yang sempat menghampir siang tadi akirnya menutup jingga purnama.. Langit gelap gulita....."JDARRR" sapa sang petir kepada bumi. Bumi pun terkejut. sembari menggeliat dengan batu batuan yang berjatuhan dari puncak. tak berselang menit Titik demi titik tetesan air dari nirwana membasahi sang bumi... "Akhirnya kau datang juga teriak sang bumi" sembari hujan pun tersenyum dan berkata "Ya aku datang" . sang bumi pun membangunkan si miaw sembari berkata "Hey kawan lihatlah ada beberapa tikus hutan yang berbondong bondong ke danau untuk menegak air.. setidaknya salah satu dari mereka bisa memperpanjang hidupmu . tanpa berfikir panjang kucing malang itu pun bangkit dari lelapnya dan perlahan sembari mengikuti  perkataan bumi. "Apa kau lelah menantiku ?, apa kau membenciku? aku sengaja meninggalkan mu di sini , karena aku tidak bisa egois untuk selalu menemanimu, kau tahu banyak ladang gandum, dan pertanian para manusia di ujung dunia sana yang juga selalu menantiku", celoteh sang hujan.
"Tidak , .... ya, ya memang sebenarnya akhir-akhir ini aku terkadang sangat rindu kepadamu, namun aku bisa apa ?...  "
aku ini bumi tak bisa berharap banyak darimu, aku tak bisa memberimu kasih, tetapi kau bisa selalu memberikan kasih untuk ku, setiap butiran air mu, membuat rumput nan hijau tumbuh menghampar menghiasi dada ini, bunga bunga bermekar menghiasi ceriaku, Pohon pohon nan kokoh semakin menjulang di punggungku.. sungguh keindahan yang kau bawa wahai Hujan, setidak nya tolong temani aku sampai fajar memberikan pelangi kepada kita". Sang Hujan pun tersenyum sambil berkata "Ya kasih ku menemani mu sampai pagi" ....

_END_

Continue reading

Friday, 13 December 2013

Jujur, alasan ku menulis artikel malam hari ini karena aku sedang galau ngak jelas.. entah kenapa kadang aku merasa galaw tanpa sebab apapun, mengerikan !

Well tidak usah kebanyakan cingcong lagi, tadi aku sudah cukup gila dengan berbicara dengan gadget. Sesuai dengan judul saya hanya ingin sedikit bicara tentang ruangan kerja, kenapa ya ingin berbicara itu, ya terus terang aku sedang mendesain beberapa working space, diantaranya di kantornya pak HZ, dan STIKES. A. Y. Terkadang sebagai sebuah bentuk efisiensi sebuah konsep, kantor cenderung melakukan kubikasi, atau yang sering di sebut ruangan kerja. Mulai dari satu meja, hingga ruangan direktur yang besar+toilet. Bagi pribadi, hal seperti itu sedikit membosankan, mengingat ruang kerjaku di kantor juga lumayan sempit, 3 orang di ruangan 3500x3500 mm. ya makanya aku sering mengeluhkan akan kurangnya kesejahteraan karyawan.. hahahaha, mbok iya di buat seperti kantornya Google, apa Fesbug.. "Duite mbah jambrong po" wkwkwkw. Well ewel, kalau di rumah sih aku menerapkan Free office, alias Sak karepe dewe leh arep kerja nank nang omah ki, ya walaupin kita akui kita cuma anak desa, namun ya jangan sampai ketinggalan yag namanya perkembangan tepnology, ehh typo.. maksu inyong TEKNOLOGI. sedikit gambaran tentang kehidupan kerjaku kalau sedang di rumah :
Ini dulu jaman-jaman masih teknologi Windows 7, Dulu masih monoton masih kerja di atas meja. masih ingat masih pakai VGA kelas teri.. namun lumayan untuk rendering Iron man dengan 3D max 2010.
Kemudian dengan munculnya Teknologi Windows 8, dunia perkompyuteran mulai membahanakan dengan segala pengalaman baru. ini benar benar citarasa komputer yang aku anggap LEGIT. aku memang suka interface metro ui, dan terintegrasi dengan Berbagai macam dunia bisnis, mulai saat itu dinia perkomputansian dan area kerjaku mulai meluas aku bisa ke mana mana dengan teknologi remote desktop khas windows 8. jadi sambil BAB pun kita bisa kendalikan kompyuter dari genggaman, walau masalah LAG masih tetap ada karena jaringan WIFI.
Dengan semakin majunya Jaman.. ecieh, TV pun bisa menjadi Closeup monitoring, jadi dari ruang keluarga pun bisa di sambi dengan melakukan pekerjaan .. hehehe.
Nah Hal hal yang perlu di perhatikan dalam rangkam kenyamana kerja, ini ada pojok meja yang di beri hiasan/ tempat penyimpanan koleksi-hobby. jadi tidak cepat stress kalau berlama-lama kerja di depan kompyuter.
And the lates news is.. 360 degre OFFICE... tidak terikat lagi oleh ruangan, dengan semakin canggihnya teknologi smartphone, semuanya under acces hanya dengan satu jari, like this Cloud Computing.

Well itulah Kebebasan dalam pekerjaan yang bisa meminimalkan segala batasan dalam dunia masa lampau. Mungkin bisa menjadikan referensi untuk reader's yang ingin menata ruang kerjanya... Baik konsep konservatif, maupun Modernis, semuanya tergantung citarasa anda masing-masing.





Continue reading


What The Hell this..meratapi nasip... Really-realy i don't understand... aku sudah berusaha mengerjakan apa yang aku tahu, segala ilmu kesaktianku sudah aku keluarkan, namun masih juga aku mengalami kerugian demi kerugian. Unpredictable market memang tidak pernah kenal ampun, seperti labirin baja yang tak kan pernah memberitahukan dimana ujung jalan akan berakhir, ibarat melodi melantun kematian, membuat bimbang seorang pengembara, seperti berjalan di jalanan beku, menatap kosong semua arah. Hanya jiwa api dalam diri yang terus menopang asa. Aku berjanji untuk tak kan pernah menyerah, aku akan terus mengasah, dan mengasah kemampuanku, dan akan aku pertajam segala kesaktian ku... aku tidak mau pulang dengan tangan hampa, aku harus memberikan senyuman kepada ke 2 orangtuaku, hanya itu tekad ku sebagai pengembara !. Bukan keluhan, aku hanya memberikan semangat untuk diriku sendiri ! Go go go afri !!
Continue reading